Pages

Senin, 28 Mei 2012

buah dan biji


BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang
Ilmu tumbuhan pada waktu sekarang telah mengalami kemajuan yang demikian pesat, sehingga bidang-bidang pengetahuan yang semula hanya merupakan cabang-cabang ilmu tumbuhan saja, kini telah menjadi ilmu yang berdiri sendiri-sendiri. Dari berbagai cabang ilmu tumbuhan yang sekarang telah berdiri sendiri adalah morfologi tumbuhan. Morfologi tumbuhan yang mempelajari bentuk dan susunan tubuh tumbuhan pun sudah demikian pesat perkembangannya sehingga dipisahkan menjadi morfologi luar atau morfologi saja dan morfologi dalam atau anatomi tumbuhan.
Berdasarkan judul percobaannya (buah dan biji) maka yang akan dibahas utamanya adalah tentang morfologi buah pada suatu tanaman beserta bijinya, kemudian mengklasifikasikannya (menggolongkannya) kedalam dua  golongan yaitu buah semu (fructus spurius) dan buah sejati (fructus nudus) .

B.       Tujuan
            Adapun tujuan dari praktikum buah dan biji adalah untuk mempelajari bermacam-macam sifat dan tipe buah serta bagian-bagian buah dan biji.













BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Gembong (1987), jika penyerbukan pada bunga telah terjadi dan kemudian diikuti pula oleh pembuahan, maka bakal buah akan tumbuh menjadi buah, dan bakal biji yang terdapat di dalam bakal buah akan tumbuh menjadi biji. Buah yang semata-mata terbentuk dari bakal buah, atau paling banyak padanya terdapat sisa-sisa bagian bunga yang lazimnya telah gugur itu, umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus, jadi merupakan buah yang telanjang (fructus nudus). Buah ini juga dinamakan buah sejati atau buah sungguh.
Kecuali bakal buahnya sendiri seringkali terjadi, bahwa ada bagian bunga ikut mengambil bagian dalam pembentukan buah, bahkan seringkali merupakan bagian buah yang paling menarik perhatian. Dalam pembicaraan sehari-hari buahnya yang benar seringkali tidak dikenal lagi. Apa yang dinamakan buahnya justru bagian bunga yang telah berubah sedemikian rupa, sehingga menjadi bagian buah yang penting. Buah yang demikian dinamakan buah palsu atau buah semu (fructus spurius).


A.  Cocos nucifera (kelapa)
a.    Morfologi
 Cocos nucifera (kelapa) merupakan tanaman yang buahnya termasuk dalam golongan buah sejati tunggal, dalam pembagian selanjutnya termasuk dalam buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) dengan tipe daging buah berbatu (drupa). Dinding buahnya (pericarpium) dapat dibedakan dalam tiga lapisan yaitu kulit luar (exocarpium), kulit tengah (mesocarpium), dan kulit dalam (endocarpium) (Gembong, 1985).

b.   Klasifikasi
Menurut Plantamor (2011) klasifikasi dari tumbuhan Cocos nucifera yaitu sebagai berikut :
Kingdom    : Plantae
Divisio       : Spermatophyta
Class          : Monocotyledoneae
Ordo          : Arecales
Famili         : Arecaceae
Genus        : Cocos
Spesies      : Cocos nucifera

c.    Ekologi
Cocos nucifera atau kelapa merupakan tumbuhan yang banyak tersebar di seluruh daerah yang beriklim  tropis, dengan daerah penyebarannya mulai dari kawasan Samudra Hindia, Eropa sampai ke Benua Asia termasuk kawasan Asia Tenggara khususnya di Sulawesi. Tanaman ini tumbuh subur di daerah pegunungan dan daerah pesisir pantai yaitu daerah yang memiliki kelembaban cukup antara 20-56 % dan banyak mendapatkan sinar matahari langsung. Pohonnya tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1.500 – 2.500 mdpl. Tumbuh tegak setinggi 1 sampai 10 meter. Tanaman kelapa pada umumnya dapat tumbuh dan berkembang pada kondisi tanah dengan pH sekitar 5-8 serta  dengan temperatur 31- 40 oC. Rata - rata tumbuhan kelapa membutuhkan curah hujan sekitar 1000-2300 mm3/tahun (Anonim, 2011).

d.   Nilai Medis
Secara medis tumbuhan kelapa memiliki manfaat yang sangat banyak, buahnya dapat dimanfaatkan sebagai bahan untuk membantu menyembuhkan penyakit sakit panas dalam, demam berdarah, kencing batu, tekanan darah tinggi, mengurangi haid, influenza. Air kelapa hijau, dibandingkan dengan jenis kelapa lain banyak mengandung tanin atau antidotum (anti racun) yang paling tinggi. Kandungan zat kimia lain yang menonjol yaitu berupa enzim yang mampu mengurai sifat racun. Komposisi kandungan zat kimia yang terdapat pada air kelapa antara lain asam askorbat atau vitamin C, protein, lemak, hidrat arang, kalsium atau potassium. Mineral yang terkandung pada air kelapa ialah zat besi, fosfor dan gula yang terdiri dari glukosa, fruktosa dan sukrosa. Kadar air yang terdapat pada buah kelapa sejumlah 95,5 gram dari setiap 100 gram (Anonim, 2011).

e.    Nilai komersial
 Kelapa adalah pohon serba guna bagi masyarakat tropika. Hampir semua bagiannya dapat dimanfaatkan orang. Batangnya, yang disebut glugu dipakai orang sebagai kayu dengan mutu menengah, dan dapat dipakai sebagai papan untuk rumah. Daunnya dipakai sebagai atap rumah setelah dikeringkan. Daun muda kelapa, disebut janur, dipakai sebagai bahan anyaman dalam pembuatan ketupat atau berbagai bentuk hiasan yang sangat menarik, terutama oleh masyarakat Jawa dan Bali dalam berbagai upacara, dan menjadi bentuk kerajinan tangan yang berdiri sendiri (seni merangkai janur). Tangkai anak daun yang sudah dikeringkan disebut lidi, dihimpun menjadi satu yang disebut sapu (Anonim, 2011).

B.  Leucaena glauca (lamtoro)
a.    Morfologi
Tanaman Leucaena glauca atau lamtoro merupakan tanaman yang memiliki buah sejati tunggal yang kering (siccus), yaitu buah sejati tunggal yang bagian luarnya keras dan mengayu seperi kulit yang kering. Dalam pengelompokkan selanjutnya, tanaman lamtoro dikelompokkan kedalam buah kotak tipe buah polong (legumen). Buah ini terbentuk dari satu daun buah pula dan mempunyai banyak ruang karena adanya sekat-sekat semu (Proseanet, 2011).

b.   Klasifikasi
Menurut Plantamor (2011) susunan  klasifikasi dari Leucaena glauca  yaitu sebagai berikut :
Kingdom           : Plantae
Divisi                 : Spermatophyta
Class                  : Dicotyledoneae
Ordo                  : Fabales
Family                : Fabaceae
Genus                : Leucaena
Spesies               : Leucaena glauca

c.    Ekologi
Leucaena glauca dapat tumbuh mulai dari dataran rendah hingga ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Leucaena glauca umumnya membutuhkan curah hujan tahunan sebesar 650 sampai 1500 mm, namun dapat tumbuh pada tempat-tempat dengan kondisi lingkungan yang kering atau basah, tergantung tingkat kompetisi vegetasinya. Lamtoro tumbuh baik pada tanah yang memiliki pH lebih dari 5. Tumbuhan ini memerlukan suhu yang berkisar antara 20 sampai 30°C untuk dapat tumbuh secara optimal dan kelembaban tanah yang baik yaitu 40-45% (Proseanet, 2011).

d.      Nilai medis
Leucaena glauca  mengandung finotin, isolasi protein tanaman ini dengan kekayaan biosidal mampu melawan hama serangga, cendawan dan bakteri, dan daunnya dapat digunakan sebagai alat pengobatan tradiosional. Khasiat lamtoro, antara lain, untuk mengatasi diabetes, susah tidur, radang ginjal, disentri, meningkatkan gairah seksualitas, cacingan, peluruh haid, herpes zoster, luka terpukul, bisul, eksim, patah tulang, tertusuk kayu, bambu dan pembengkakan. Disamping itu masyarakat juga memanfaatkan daunnya sebagai makanan ternak serta batangnya yang kering dan besar digunakan sebagai kayu bakar(Proseanet, 2011).

e.       Nilai komersial
Lamtoro merupakan pohon dengan banyak kegunaan. Di Asia Tenggara, pohon ini dapat berfungsi sebagai kayu bakar, makanan ternak, peneduh dan pupuk hijau. Di kawasan tropis di dataran-dataran rendah, lamtoro ditanam sebagai tanaman pengikat nitrogen. Selain itu, penanaman tanaman ini juga membantu tanah dari bahaya erosi (Proseanet, 2011).
C.  Anacardium occidentale (jambu mede)
a.    Morfologi
Anacardium occidentale atau dikenal dengan nama jambu mede/mete/mente adalah tanaman yangmemiliki buah yang bijinya terletak di luar daging buah dan posisinya berada di bawah dengan bentuk seperti ginjal manusia. Jika sudah masak/ranum buahnya berwarna merah kecoklatan atau kuning. Bijinya termasuk dalam kelompok biji berkeping satu (monokotil). Biji ini dikelilingi oleh cangkang ganda yang mengeluarkan getah yang mengandung urushiol, yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit manusia (Proseanet, 2011).

b.   Klasifikasi
Menurut Plantamor (2011) susunan  klasifikasi dari Anacardium occidentale  yaitu sebagai berikut :
Kingdom           : Plantae
Divissi                : Spermatophyta
Kelas                  : Monocotyledoneae
Ordo                  : Sapindales
Familia               : Anarcadiaceae
Genus                : Anarcadium
Spesies               : Anarcadium occidentale

c.    Ekologi
Anarcadium occidentale merupakan tanaman yang tumbuh subur pada daerah-daerah tropis dan subtropis. Tumbuh pada daerah daratan sedang dan dataran tinggi yang berkisar 800-1800 m dpl. Curah hujan berkisar antara 1200-2600 mm3/tahun dan rata-rata suhu mencapai 22-27 0C. Dengan keadaan tanah tidak tergenangi oleh air serta kelembaban tanah sekitar 40% dengan pH 4,7-7,8.  Tanaman ini berasaI dari pegunungan di benua Amerika yang beriklim tropis (Brasilia). Kini Tanaman terdapat di daerah tropis, terutama di Asia Selatan seperti India, Burma, Filipina, Semenanjung Melayu dan Indonesia (Proseanet, 2011).
d.   Nilai medis
Kandungan kimia tanaman jambu monyet (Anacardium occidentale) antara lain mengandung senyawa kimia seperti tanim, anacardic acid dan cardol, yang bermanfaat sebagai antibakteri dan antiseptik. Selain itu daun jambu monyet yang masih muda juga mempunyai komposisi kandungan kimia seperti vitamin A sebesar 2689 SI per 100 gram, vitamin C sebesar 65 gram per 100 gram, kalori 73 gram per 100 gram, protein 4,6 gram per 100 gram, lemak 0,5 gram per 100 gram, hidrat arang 16,3 gram per 100 gram, kalsium 33 miligram per 100 gram, fosfor 64 miligram per 100 gram, besi 8,9 miligram dan air 78 gram per 100 gram (Proseanet, 2011).

e.    Nilai komersial
Di Brazil, Mozambik, dan Indonesia, jambu mede juga penting; bijinya dimakan segar atau dicampur dalam rujak buah, serta semacam minuman dibuat dari sari buahnya. Anggur jambu mede (sari buah yang agak terfermentasi) dinikmati pada masa panen dan dapat didestilasi untuk dijadikan minuman berkandungan alkohol tinggi. Hasil sampingannya berupa kulit biji dan cangkangnya. Kulit bijinya digunakan sebagai pakan unggas. CNSL = cashew nut shell liquid) dipakai dalam industri dan digunakan sebagai bahan pengawet, misalnya untuk mengawetkan peralatan kayu dan jala penangkap ikan. Bijinya juga dimanfatkan sebagai bahan campuran dari makanan buatan pabrik seperti silver quin (Proseanet, 2011).

D.  Pyrus malus (apel)
a.    Morfologi
Tanaman apel buah mempunyai bentuk bulat sampai lonjong, bagian pucuk buah berlekuk dangkal, kulit agak kasar dan tebal, pori-pori buah kasar dan renggang, buni, mengkilat, buah apel biasanya merah di luar saat masak (siap dimakan), namun bisa juga hijau / kuning, dagingnya keras, ada banyak bibit di dalamnya. Pada bijinya berbentuk pipih, dengan panjang sekitar 1 cm, berkeping dua, masih muda berwarna putih setelah tua berwarna hitam (Dunia Biosains, 2011).
Klasifikasi
Menurut Dunia Biosains (2011), klasifikasi dari tanaman apel yaitu sebagai berikut :
Kingdom           : Plantae
Divisi                 : Spermatophyta
Kelas                  : Dicotyledoneae
Ordo                  : Rosales
Family                : Rosaceae
Genus                : Pyrus
Spesies               : Pyrus malus

b.   Ekologi
Leluhur liar Pyrus malus adalah Malus sieversii (apel hutan) yang ditemui hidup secara liar di pegunungan Asia Tengah, di Kazakhstan, Kirgizstan, Tajikistan, dan Xinjiang, Cina. Tetapi sekarang telah berkembang ke berbagai negara dan menghasilkan  banyak varietas yang baru  apel biasanya dibiakkan secara aseksual dengan cara okulasi. Tanaman apel memerlukan temperatur  sekitar  28 °C-30°C  dengan curah hujan  sekitar 700 -2500 mm3/ tahun. Dengan pH tanah sekitar 5.5-7.5  dan dapat hidup pada kelembaban udara sekitar 20%-32%. Tumbuhan apel dapat tumbuh di semua daerah yang beriklim tropis dan subtropis (Dunia Biosains, 2011).

c.       Nilai Medis
Apel memiliki banyak manfaat berdasarkan kandungan kimia yang dimilikinya, antara lain menurunkan kolesterol darahmenurunkan tekanan darahmenstabilkan gula darah, meningkatkan high density lipoprotein (HDL = kolesterol baik), membunuh virus infeksi, mengurangi selera makan, memperlancar pencernaan, mempertahankan kesehatan saraf, agen antikanker, dan menjaga kesehatan jantung. Kandungan zat-zat gizi dalam 100 gram buah apel adalah: 58 kkal energi; 4 g lemak; 3 g protein; 14,9 karbohidrat; 900 IU vitamin A; 7 mg tiamin; 3 mg riboflavin; 2 mg niacin; 5 mg vitamin C; 0,04 mg vitamin B1; 0,04 mg vitamin B2; 6 mg kalsium; 3 mg zat besi; 10 mg fosfor; clan 130 mg potasium (kalium) ( Dunia Biosains, 2011).

d.      Nilai Komersial
       Tanaman apel memiliki buah yang sangat enak rasanya, selain itu juga member kesehatan kepada tubuh kita jika teratur memakannya. Untuk itulah buah apel memiliki harga yang cukup mahal pada variasi tertentu. Harga buah apel bergantung juga pada jauhnya daerah distribusi, semakin jauh daerahnya tentunya harganya semakin mahal. Ini terjadi karena apel tidak bisa tumbuh pada suhu yang tinggi (daerah panas). Umumnya harga perbuahnya mulai dari Rp 3000 -5000/buah, atau Rp 25000/kg (Dunia Biosains, 2011).

E.     Cucumis sativus (mentimun)
a.    Morfologi
Cucumis sativus atau mentimun memiliki buah berwarna hijau ketika muda dengan larik-larik putih kekuningan. Semakin buah masak warna luar buah berubah menjadi hijau pucat sampai putih. Bentuk buah memanjang seperti torpedo, hijau mudah, mengandung banyak air, isi buahnya lembut dan berbiji kecil-kecil berbentuk pipih.. Daging buahnya perkembangan dari bagian mesokarp, berwarna kuning pucat sampai jingga terang. Buah dipanen ketika masih setengah masak dan biji belum masak fisiologi (Anonim, 2011).
b.   Klasifikasi
Menurut Plantamor (2011), klasifikasi dari tanaman mentimun yaitu sebagai berikut :
Kingdom           : Plantae
Divisi                 : Spermatophyta
Kelas                  : Dicotyledoneae
Ordo
                  : Violales
Famili
                 : Cucurbitaceae
Genus
                : Cucumis
Spesies
               : Cucumis sativus L.

c.    Ekologi
Mentimun diduga berasal dari daerah pegunungan Himalaya di India Utara. Di negeri itu, ketimun telah ditanam selama 3000 tahun. Mentimun dibudidayakan dimana-mana, baik di ladang, halaman rumah, atau di rumah kaca. Kebutuhan  rata-rata suhu tahunan yaitu 22°C-30°C, dengan curah hujan tahunan yaitu 2000-3000 mm3/tahun dan tumbuh pada daerah beriklim tropis. Mentimun  lebih suka jenis tanah lembab yang berkisar30-40%, dengan tingkat keasaman pH 5-6,5. Mentimun sebaiknya dirambatkan ke para-para dan tumbuh baik pada dataran rendah sampai 1.300 meter di atas permukaan laut (Anonim, 2011).

d.   Nilai Medis
     Buah tanaman bernama latin Cucumis sativus L ini mengandung saponin, enzim proteolitik, glutation. Mentimun dikatakan juga mengandung 35.100 - 486.700 ppm asam linoleat. Sebagai suku Cucurbitaceae, yang biasanya mengandung kukurbitasin, timun kemungkinan juga mengandung senyawa tersebut. Kukurbitasin merupakan senyawa yang mempunyai aktivitas sebagai antitumor. saponin bersifat hipokolesterolemik, imunostimulator, dan antikarsinogenik. Mekanisme antikoarsinigenik saponin meliputi efek antioksidan dan sitotoksik langsung pada sel kanker. Saponin dari kedelai merupakan sumber makanan yang sudah diteliti dapat menurunkan risiko kanker (Anonim, 2011).

e.    Nilai Komersial
merupakan tumbuhan yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Buahnya biasanya dipanen ketika belum masak benar untuk dijadikan sayuran atau penyegar, tergantung jenisnya. Mentimun dapat ditemukan di berbagai hidangan dari seluruh dunia dan memiliki kandungan air yang cukup banyak di dalamnya sehingga berfungsi menyejukkan. Potongan buah mentimun juga digunakan untuk membantu melembabkan wajah (Anonim, 2011).
























BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.          Hasil pengamatan
Gambar
Keterangan
Famili : Rosaceae
















apel
(Pyrus malus)
1.    daging buah
2.    kulit biji
3.    biji
4.    selaput biji
5.    endosperma


kesimpulan :
-       Buah sejati tunggal berdaging dengan tipe buah berdaging apel (pomum)
Famili : Anacardiaceae
















Jambu mede
(Anarcadium occidentale)
1.    kulit buah
2.    daging buah
3.    biji
4.    kulit biji
5.    selaput biji
6.    lembaga

kesimpulan :
-       Buah semu tunggal



Gambar
Keterangan
Famili : Arecaceae

















kelapa
( Cocos nucifera )
1.  Kulit luar (exocarpium)
2.  Kulit tengah (mesocarpium)
3.  Kulit dalam (endocarpium)
4.  Lembaga (embryo)



kesimpulan :
Buah sejati tunggal berdaging dengan tipe buah batu (drupa)
Famili : Cucurbitaceae


















mentimun
(Cucumis sativus)
1.       kulit buah
2.       daging buah
3.       biji
4.       kulit biji
5.       endosperma
6.       embrio
7.       tali pusar

kesimpulan :
-      Buah sejati tunggal berdaging dengan tipe buah berdaging mentimun (pepo)


Gambar
Keterangan
Famili : Fabaceae

















lamtoro
(Leucaena glauca)
Buah sejati tunggal kering
1.    kulit buah
2.    sekat semu
3.    biji
kesimpulan :
-       Buah sejati tunggal kering yaitu buah kotak bertipe polong























B.  Pembahasan
a.    Pyrus malus (apel)
Pyrus malus atau apel merupakan tumbuhan yang termasuk dalam buah sejati tunggal (fructus nudus) karena terbentuk dari bakal dan umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus atau dikenal dengan nama buah yang telanjang.  Buah yang termasuk golongan ini umumnya tidak pecah jika sudah masak. Selanjutnya buah apel dikelompokkan lagi kedalam tipe buah apel (pomum) yaitu seperti buah batu dengan kulit dalam yang tipis, tetapi cukup kuat seperti kulit, kulit tengahnya tebal, lunak, berair, biasanya dapat dimakan. Buah ini mempunyai beberapa ruangan, tiap ruang mengandung satu biji. Biji apel memiliki juga memiliki bagian-bagian berupa kulit biji (spermodermis), endosperma dan lembaga (embrio).

b.   Cocos nucifera (kelapa)
Tanaman Cocos nucifera termasuk salah satu spesies dari family araceae. Tanaman kelapa ini termasuk salah satu jenis buah sejati tunggal (fructus nudus) karena karena terbentuk dari bakal buah dan umumnya merupakan buah yang tidak terbungkus atau dikenal dengan nama buah yang telanjang. Kelapa juga dikelompokan dalam jenis buah sejati tunggal berdaging (carnosus) karena dinding buahnya tebal dan berdaging. Tanaman kelapa memiliki tiga lapisan yaitu kulit luar (exocarpium) yang merupakan lapisan tipis  tetapi seringkali kuat dan kaku seperti kulit dengan permukaan yang licin, kulit tengah (mesocarpium) yang merupakan lapisan yang tebal dan berserabut, dan yang terakhir adalah lapisan kulit dalam (endocarpium) yang berbatasan dengan ruang yang mengandung bijinya biasanya cukup tebal dan keras. Selain itu tanaman kelapa ini juga termasuk buah batu (drupa) karena mempunyai kulit tengah yang berserabut yang menyebabkan buah menjadi ringan, dapat terapung-apung, dan dengan demikian dapat dipencarkan dengan perantaraan air. Tanaman kelapa juga memiliki lembaga (embryo) yaitu calon tumbuhan baru atau calon individu baru.


c.    Leucena glauca (lamtoro)
Lamtoro merupakan salah satu tanaman dari family fabaceae. Tanaman Leucena glauca ini termasuk salah satu jenis tanaman yang memilki buah sejati tunggal (fructus nudus) dengan tipe legumen (polongan) karena tumbuh dari satu buah dengan satu bakal buah saja, biasanya berisi satu biji atau lebih. Lamtoro tergolong buah sejati tunggal kering yang mengandung banyak (lebih dari satu biji) dan jika masak dapat pecah menjadi beberapa bagian buah (mericarpia) sehinggah lamtoro termasuk pula dalam golongan buah berbelah banyak (polyachenium) yang masing masing-masing bersifat seperti buah kurung yaitu berbiji satu , tidak pecah, dinding buahnya tipis, berdampingan dengan kulit biji tetapi tidak berlekatan. Bijinya terpisah-pisah antara satu dengan yang lain, ini terjadi karena adanya sekat-sekat semu yang menyebabkan ruang buah menjadi beberapa bilik, masing-masing dengan satu biji. Bentuk biji pipih, memiliki kulit biji (spermodermis) dan lembaga (embrio).

d.   Anacardium occidentale  (jambu monyet)
Buah jambu monyet  merupakan buah semu karena bakal buah beserta bagian-bagian lain pada buah itu yang menjadi bagian utama buah ini (lebih besar dan lebih menarik perhatian dan menjadi bagian buah yang bermanfaat dan dapat dimakan). Buah sesungguhnya dianggap sebagai biji. Buah jambu monyet termasuk buah semu tunggal karena buahnya terjadi dari satu bunga dan satu bakal buah. Biji jambu monyet memiliki tali pusar (funiculus), tali pusar inilah yang menghubungkan biji dengan tembuni sehingga merupakan tangkainya buni. Bagian-bagian biji jambu monyet yaitu kulit biji (spermodermis), dan lembaga (embrio).

e.    Cucumis sativus  (mentimun)
Cucumis sativus memiliki bentuk buah memanjang seperti torpedo, hijau mudah, mengandung banyak air, isi buahnya lembut dan berbiji kecil-kecil berbentuk pipih. Ketika buahnya dibelah melintang, terlihat bagian tengahnya sangat lembek seperti jeli yang merupakan tempat melekatnya buah. Buah mentimun digolongkan kedalam buah sejati tunggal yang berdaging (carnosus) karena dinding buahnya tebal dan berdaging. Dalam penggolongan selanjutnya, dimasukkan kedalam tipe buah mentimun (pepo). Mentimun memiliki bagian-bagian yaitu kulit buah, daging buah, dan biji, sedangkan bijinya terdiri atas kulit biji (spermodermis), dan lembaga (embrio).



































BAB III
METODOLOGI

A.    Waktu dan tempat
Adapun waktu dan tempat yang kami gunakan untuk melakukan praktikum adalah sebagai berikut :
Hari/tanggal          : Sabtu, 30 April 2011
Waktu                   : 13.00-17.00 WITA
Tempat                  : Laboratorium Biodiversity Jurusan Biologi MIPA
UNTAD

B.     Alat Dan Bahan
1.      Buku gambar
2.      Alat tulis menulis
3.      Buah Citrus maxima (biji)
4.      Buah Durio zibethinus (biji)
5.      Buah Cucumis sativus 
6.      Buah Pyrus malus (biji)
7.      Buah Nephelium lappaceum (biji)
8.      Buah Musa paradiasiaca
9.      Buah Ananas comosus (biji)
10.  Buah Vitus finifera
11.  Buah Arthocarpus heterophylla (biji)
12.  Buah Citrullus vulgaris (biji)
13.  Buah Cocos nucifera
14.  Buah Mangifera indica (biji)
15.  Buah Averrhoa carambola
16.  Buah Oryza sativa
17.  Buah Moringa oleifera
18.  Buah Salacca edulis(biji)
19.  Buah Carica papaya (biji)
20.  Buah Anacardium occidentale (biji)
21.  Buah Leucena glauca  (biji)
C.    Prosedur Kerja
1.      Menuliskan nama spesies dan family tumbuhan tersebut
2.      Menggambarkan dan memberikan keterangan dari bagian-bagian tersebut
v  Kulit buah
v  Daging buah
v  Sisik buah
v  Kulit biji
v  Biji
3.      Menyebutkan macam-macam buah
a.       Buah semu dan tertutup
v  Tunggal
v  Berganda
v  Majemuk
b.      Buah sejati tunggal
v  Kering dengan satu biji
·         Padi (caryopsis)
·         Kurung (achenium)
·         Keras (nux)
·         Keras bersayap (samar)
v  Kering dengan biji lebih dari satu
·         Bunbung (folliculus)
·         Polongan (legume)
·         Lobak (siliqua)
·         Kotak sejati (capsula)
v  Buah berdaging
·         Buni (bacca)
·         Mentimun (pepo)
·         Jeruk (hisperidium)
·         Batu (drupa)
·         Apel (pomum)
4.      Menggambar penampang melintang biji dan menyebutkan bagian-bagiannya
v  Kulit biji
v  Sayap (ala)
v  Selaput biji (arillus)
v  Tali pusar (funiculus)
v  Lembaga (embrio)
v  Endosperm

§    
BAB V
PENUTUP

A.      Kesimpulan
Berdasarkan hasil pengamatan yang kami lakukan, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.    Buah pada tumbuhan dapat dibedakan menjadi dua yaitu buah  sejati/ buah sungguh (fructus nudus) dan buah semu (fructus spurius).
2.    Buah sejati  terdiri dari buah sejati tunggal, sejati ganda, dan sejati majemuk. Contoh buah sejati yaitu buah jeruk (Citrus maxima), buah kelapa (Cocos nucifera), buah lamtoro (Leucena glauca), buah kelor (Moringa oleifera), dan buah salak (Salacca edulis)
3.    Buah semu juga terdiri dari buah semu tunggal, semu ganda, dan semu majemuk. Contoh buah semu yaitu buah nangka (Artocarpus heteropylla), dan buah jambu mede (Anacardium occidentale).
4.    Biji (semen) merupakan alat perkembangbiakan yang utama pada tumbuhan biji (spermatophyta), karena biji mengandung calon tumbuhan baru (lembaga).
5.    Bagian-bagian penyusun suatu biji pada umumnya adalah kulit biji (spermodermis), tali pusar (funiculus), dan inti biji (nucleus seminis).

B.       Saran
Saya selaku praktikan berharap kepada asisten agar dapat membantu praktikannya dalam kegiatan praktikum sehingga dapat menghindari kesalahan dalam kegiatan praktikum. Selain itu, saya berharap agar kegiatan praktikum dapat dilaksanakan tepat pada waktu yang telah ditentukan agar praktikan dapat menyelesaikan segala tugas yang diberikan didalam laboratorium.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar